Workshop Revisi Kurikulum

Sebagai bentuk penyeseuaian terhadap kurikulum berbasis penelitian dan pegembangan, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang mengadakan Workshop Revisi Kurikulum, yang dilaksanakan pada hari Jumat – Sabtu, 24 – 25 Maret 2017. Kegiatan yang dilaksanakan di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel ini, merumuskan penerapan kurikulum baru, berbasis penelitian dan pengembangan (R&D-based curriculum) yang mengacu untuk pengembangan UM sebagai Learning Inovation yang harus diterapkan dalam proses pembelajaran.

Dalam workhsop revisi kurikulum, materi disampaikan oleh Prof. Dr. Waras Khamdi M.Pd (pemateri I) dan Dr. Mit Witjaksono, M.S., Ed (pemateri II). Dalam event tersebut, Prof. Dr. Waras Khamdi M.Pd menjelaskan tentang Menyikapi Kebijakan Pengembangan KPT Berujukan KKNI Dan SNPT. Kemudian, Dr. Mit Witjaksono, M.S., Ed menjelaskan materi tentang pengembangan kurikulum sesuai dengan Profisiensi (Developing New Proficiencies), mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian), mengarah pada Economic Social Process.

Kegiatan selanjutnya, setelah workhsop adalah Focus Gruop Discussion (FGD), yang menghasilkan beberapa keputusan yang dihasilkan antara lain:

  1. SKS yang ditempuh pada Prodi S1 Pendidikan Ekonomi dan S1 Ekonomi Pembangunan sebanyak 144 sks;
  2. Bahasa Inggris yang wajib ditempuh oleh mahasiswa selain Bahasa Inggris Ekonomi dan Bisnis (FEKO 609) juga menempuh Proficiency Bahasa Inggris/English Proficiency (Nama mata kuliah bahasa Inggris bagi mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan);
  3. Perubahan nama mata kuliah kosentrasi Ekonomi Syariah: (i) Ekonomi Syariah menjadi Ekonomi Mikro Syariah; (ii) Hukum dan Bisnis Syariah menjadi Ekonomi Makro Syariah; (iii) Ekonomi dan Keuangan Syariah menjadi Filsafat Ekonomi Islam;
  4. Mahasiswa yang menempuh Metodologi Penelitian harus ditunjang dengan Penetapan Pembimbing;
  5. Pendadaran pada ujian skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan sudah tidak lagi dilakukan, karena sudah dijadikan satu pada seminar proposal dan seminar hasil sebelum Sidang/Ujian Skripsi.
  6. Sejarah Ideologi Koperasi diganti dengan Sejarah Ekonomi Ke-Indonesiaan.
  7. Ciri khas kurikulum Jurusan Ekonomi Pembangunan sesuai KKNI yaitu bagi mahasiswa murni diwadahi dalam Mata Kuliah Pilihan bagi mahasiwa Prodi S1 Ekonomi Pembangunan dan bagi mahasiswa S1 Pendidikan Ekonomi diwadahi dalam Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) yang nuansanya ditambahkan dengan pembelajaran inovasi.

Akan diselenggarakan sharing pengalaman yang difasilitasi oleh dosen senior pada dosen-dosen muda (junior). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan diri dalam mengajar dan untuk update informasi-informasi yang relevan dengan konteks mata kuliah.

Workhsop Ekonomi Syariah

Dibentuknya konsentrasi baru dalam Prodi Ekonomi Pembangunan FE-UM, yakni Ekonomi Syariah pada tahun 2016, maka diperlukan penyusunan Kurikulum dan Sajian Mata Kuliah Ekonomi Syariah. Berkaitan dengan hal tersebut, Jurusan Ekonomi Pembangunan FE-UM menyelenggarakan seminar dan lokakarya Penyusunan Kurikulum dan Sajian Mata Kuliah Pada Konsentrasi Ekonomi Syariah. Kegiatanb tersebut diselenggarakan pada Jum’at – Sabtu, 17-18 Februari 2017 di Jambuluwuk Hotel & Resort, Kota Batu.

Acara ini dihadiri Wakil Dekan II, Wakil Dekan III serta seluruh dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan, dengan pemateri Dr. Asfi Manzilati, SE,.ME. Dalam pemaparannya, Dr. Asfi Manzilati menjelaskan tentang penyusunan kurikulum dan deskripsi mata kuliah dalam konsentrasi Ekonomi Syariah. Penyusunan kurikulum tetap memperhatikan mata kuliah umum dari universitas maupun fakultas, dengan memasukkan unsur-unsur syariah antara lain fiqh, usul al-fiqh, dan materi yang berkaitan. Lebih lanjut, beliau juga memberikan saran pada Jurusan Ekonomi Pembangunan untuk membuka Program Studi (prodi) Ekonomi Islam. Dalam  pendiriannnya, terdapat syarat bahwa prodi 6 dosen yang memiliki lulusan ekonomi syariah linier pada program sarjana dan pasca sarjana. Meskipun demikian, jika universitas tidak memiliki lulusan dari bidang yang dikehendaki, maka alternatif lain yang dapat ditempuh adalah kursus yang bersertifikasi. Kursus tersebut dapat diikuti oleh dosen yang tertarik dengan ekonomi syariah.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Wulandari selaku Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan juga turut melakukan diskusi, bagaimana mengembangkan konsentrasi ekonomi syariah. Pemateri menyampaikan pengalamannya selama menjadi salah satu dosen Ekonomi Islam di Universitas Brwaijaya, bahwa dalam mengembangkan konsentrasi maka perlu kerjasama antara dosen dan mahasiswa. Misalnya, penulisan skripsi mahasiswa yang berhubungan dengan Ekonomi Islam, partisipasi dalam call for paper yang mengandung unsur Ekonomi Islam. Selain itu dosen yang mangajar konsentrasi Ekonomi Islam diharapkan bisa mengikuti berbagai kegiatan yang diselanggarakan oleh Fordebi, yang merupakan wadah diskusi dan tukar pendapat untuk perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia.

Workshop Penyusunan Borang Akreditasi S1 Pendidikan Ekonomi

Dalam rangkaian penyusunan Borang akreditasi prodi S1 pendidikan ekonomi, jurusan Ekonomi Pembangunan FE-UM menyelenggarakan acara Workshop penyusunan borang yang dilaksanakan di Amarta Hills Resort and Hotel Kota Batu Malang pada tanggal 3 – 4 Februari 2017. Kegiatan yang dihadiri oleh Dekan FEUM (Prof. Dr. H. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si); Wakil Dekan I ( Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA); Wakil Dekan II (Dr. Nasikh, S.E.,M.P.,M.Pd); Wakil Dekan III (Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.S); dan Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Unit Penjaminan Mutu serta para dosen jurusan Ekonomi Pembangunan FE UM ini membahas tentang materi Kesesuian penyusunan borang dengan standart akreditasi yang telah ditetapkan BAN-PT.

Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak., CA; Dr. Imam Mukhlis; dan Dr. Eka Ananta Sidharta. Sebagai pemateri I, Dr. Cipto Wardoyo menjelaskan materi penyusunan borang akreditasi harus mencakup satu kesatuan sistem penyelenggaran program studi berdasarkan tujuh standar Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi yang telah ditetapkan BAN-PT. Tujuh standar tersebut meliputi: (i) visi, misi dan strategi; (ii) ketatapamongan; (iii) kemahasiswaan; (iv) SDM; (v) kurikulum dan pembelajaran; (vi) pembiayaan dan sarana prasarana; serta (vii) penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya, Dr. Imam Mukhlis sebagai pemateri II menjelaskan, akreditasi merupakan penilaian satu kesatuan manajemen, dimana ruang lingkupnya tidak hanya aspek pembelajaran dan kurikulum, tetapi juga mencakup aspek lain yang tidak secara langsung diurus oleh program studi. Lebih lanjut, Dr. Imam Mukhlis mengemukakan “Asesor menilai bukan hanya apa yang dituliskan dalam borang, tetapi situasi dan kondisi yang ada di fakultas maupun universitas. Maka akreditasi prodi tidak lagi berbicara secara sektoral, tetapi juga melibatkan institusi secara keseluruhan”. Dengan demikian, antara masing-masing standar harus sinkron, atau memiliki keterkaitan dengan standar lainnya.

Pemateri III, Dr. Eka Ananata Sidharta membahas tentang perubahan standar akreditasi dari semula tujuh kriteria menjadi sembilan kriteria. Oleh sebab itu, prodi yang akan habis masa akreditasinya pada tahun 2017 diharapkan dapat segera menyusun borangnya. Untuk borang prodi yang habis masa akreditasi pada pada 2017, borang harus masuk sebelum bulan Desember.

Workshop Penyusunan Renstra Jurusan Ekonomi Pembangunan FE UM

Jumat (16/12/2016), Jurusan Ekonomi Pembangunan FE UM menyelenggarakan workshop penyusunan Rencana Strategis (Renstra) di Klub Bunga Hotel Batu. Kegiatan penyusunan renstra ini dihadiri oleh dosen jurusan Ekonomi Pembangunan FE UM. Read more

1 2 3 4 5 6 17