Raker Borang Standar 7

Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Borang Akreditasi Standar  Tujuh (7) Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi dilaksanakan pada hari Selasa, 12 September 2017. Kegitan tersebut bertempat di Aula Gedung E3 Lantai 2 FE-UM. Waktu pelaksanaan Raker borang standart 7, dimulai pada pukul 16.00 WIB. Dokumen borang standar 7, berisi penelitian dan pengabdian dosen yang dilaksanakan selama tiga tahun terakhir. Untuk memantapkan dokumen borang, khususnya standar 7, maka pada event tersebut Jurusan Ekonomi Pembangunan mengundang Dr. Agung Haryono, S.E., M.P., Ak sebagai pemateri.

     

Sebagai pemateri, Dr. Agung memberikan arahan dan mengkritisi isi dari borang standar 7, yang juga disesuaikan dengan isi dari Buku 6 (Buku Panduan Pengisian Borang). Pada kegiatan tersebut, hasil yang didapatkan adalah saran perbaikan dari para dosen. Saran tersebut meliputi urutan penulisan tahun, ketelitian dan konsistensi penulisan huruf dari judul kegiatan, serta tahun yang digunakan.

 

Tracer Study

Tracer studi Prodi Pendidikan Ekonomi FE-UM merupakan kegiatan pelacakan alumni yang telah dilakukan pada tanggal 4-6 September 2017. Tujuan kegiatan ini untuk mendukung kelengkapan pengisian borang S1 pendidikan ekonomi, khususnya untuk standart 1 dan 3. Kegiatan ini dilakukan di 4 wilayah, antara lain Blitar, Batu, Tulungagung, dan Trenggalek. Dalam pelaksanaan tracer studi, tim dibagi menjadi 2 bagian. Tim pertama yang terdiri dari Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.S; Dr. Dwi Wulandari, S.E.,M.M; Bagus Shandy Narmaditya, M.Pd; Ni’matul Istiqomah, M.Pd; dan Nur Anita Yunikawati, M.Pd ditugaskan untuk melakukan tracer di Kota Batu dan Kota Blitar. Kemudian, tim kedua, yang terdiri dari Drs. Prih Hardinto, M.Si; Thomas Soseco, S.E., M.Sc; Magistyo Priambodo, S.E, M.E; Januar Kustiandi, M.Pd dan Emma Yunika Puspasari, M.Pd bertugas di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek.

Pelacakan alumni dilakukan untuk mengevaluasi kinerja lulusan pendidikan ekonomi UM, dari aspek: (i) integritas (etika dan moral); (ii) keahlian berdasakan bidang ilmu (profesionalisme); (iii) kemampuan bahasa inggris; (iv) kemampuan penggunaan teknologi informasi; (v) kemampuan komunikasi; (vi) kemampuan kerjasama dalam tim; dan  (viii) kemampuan pengembangan diri. Untuk mengetahui penilaian dari aspek tersebut, dilakukan wawancara terhadap pimpinan dari masing-masing instansi tempat lulusan bekerja.

Dalam kegiatan ini, beberapa stakeholder yang ditemui oleh tim pertama di Blitar Senin, 4 September 2017 antara lain: (1) Kepala SMK Indonesia Putra; (2) Kepala SMK Telkom Brawijaya; (3) Kepala SMP Lab Blitar; (4) Kepala Cabang Bank Jatim Blitar; dan (5) Kepala Sekolah MA Ma’arif NU Blitar. Di Kota Batu, stakeholder yang ditemui pada Selasa, 5 September 2017 antara lain: (i)  Kepala Sekolah SMA Selamat Pagi; (ii) Kepala Sekolah SMKN 1 Batu; (iii) Pemkot Batu; (iv) Direktur/Humas PT. Armada Finance Batu; dan (v) Pimpinan Kusuma Agro Batu.

Berbeda dengan tim pertama, dimana stakeholder yang ditemui bervariatif, di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek pihak yang ditemui adalah kepala sekolah. Di Kabupaten Tulungagung pada Selasa, 5 September 2017, pihak yang ditemui antara lain: (1) SMAN 1 Tulungagung; (2) SMAN 1 Boyolangu; (3) SMAN 1 Ngunut; (4) SMAN 1 Kedungwaru; (5) SMAN  Rejotangan. Sedangkan di Kabupaten Trenggalek pada Rabu, 6 September 2017, pihak yang ditemui antara lain; (i) SMAN 1 Trenggalek; (ii) SMAN 2 Trenggalek; (iii) SMAN 1 Karangan; (iv) SMAN 1 Durenan; dan (v) SMAN 1 Tugu.

Berdasarkan hasil studi pelacakan lulusan, menurut opini para pimpinan lulusan dapat dikatergorikan baik. Hal tersebut diindikasikan dengan penilaian dari ketujuh aspek yang tergolong baik. Selain itu, terdapat beberapa saran dari pihak penguna antara lain:

  1. Peningkatan kerjasama pihak sekolah dengan Prodi Pendidikan Ekonomi terkait workhsop, seminar yang bertemakan peningkatan kompetensi guru;
  2. Pemberian motivasi pendidikan kepada guru;
  3. Penyesuaian mata kuliah dalam proses pembelajaran. Karena, terdapat lulusan yang bekerja di Sekolah Menengah Pertama (SMP), membutuhkan terutama untuk pendidikan IPS
  4. Penenkanan mata kuliah Kewirausahaan dan manajemen bisnis untuk menunjang dan mengembangkan skill lulusan.

 

Workhshop Kelompok Bidang Keahlian

Peningkatan Kualitas Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Melalui Pengembangan Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan dilaksanakan pada Senin – Selasa, 14-15 Agustus 2017 di Amarta Hills Hotel and Resort. Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi disampaikan oleh Dr. Hadi Suwono, M.Si, Ketua Jurusan Biologi FMIPA UM mengenai pelaksanaan tridharma perguruan tinggi (PT) yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Di antara tiga bidang tridharma tersebut, penelitian masih perlu untuk ditingkatkan, mengingat rendahnya publikasi ilmiah dosen di jurnal internasional bereputasi, paten, dan implementasi hasil penelitian di masyarakat. Kemudian, dialnjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.

Rendahnya publikasi ilmiah ataupun produktivitas penelitian dosen dapat disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, masih kurangnya perhatian institusi  terhadap manajemen penelitian dosen. Kedua, jebakan pragmatisme dosen/peneliti untuk mengorbankan profesi yang digelutinya yang pada akhirnya menjadikan penelitian sebagai “penghasilan” dan bukan untuk pengembangan ilmu dan profesinya. Ketiga, penelitian masih diakukan dosen secara individual dan kurangnya kolaborasi. Beberapa penyebab tersebut, ternyata direspon oleh lembaga pemerintah, seperti Kemenristekdikti melalui DRPM dan Kementerian Keuangan melalui LPDP. Respon tersebut berupa semakin lebarnya peluang penelitian dengan dana besar bahkan sampai dengan ratusan milyar rupiah setiap tahunnya, salah satunya melalui program RISPRO (Riset Inovatif Produktif).

Selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas dan memudahkan tim mengembangkan arah jalan penelitian, maka salah satunya dapat dibentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK).  KBK berbentuk kumpulan dari para peneliti yang satu disiplin dan dapat pula berbentuk kumpulan dari berbagai ahli dari disiplin yang berbeda. KBK mengembangkan roadmap penelitian untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan sesuai dengan kebijakan nasional dan pengembangan ilmu. Dalam acara ini, telah disepakati 5 kelompok bidang keahlian (KBK) pada Jurusan Ekonomi Pembangunan yang terdiri dari: (i) KBK Kependidikan dan Pembelajaran Ekonomi; (ii) KBK Ekonomi Pembangunan, Perencanaan Dan Ekonomi Regional (iii) KBK Ekonomi Moneter, Keuangan, Perbankan Dan Perpajakan; (iv) KBK Ekonomi Islam; dan (v) KBK Ekonomi Sumberdaya, Koperasi, UMKM Dan Kerakyatan.

Study Banding Jurnal ke Universitas Ahmad Dahlan

Pada tanggal 10 Agustus 2017, Tim dan Pengelola Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan (JESP) melakukan kunjungan ke Jurnal Telkomnika Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Tujuan dari kunjungan ini adalah sharing informasi terkait keberhasilan Jurnal Telkomnika yang sudah terindeks Scopus. Dalam kunjungannya, pengelola JESP EKP FE UM diterima oleh Kepala Program Studi Teknik Elektro Universitas Ahmad Dahlan  dan beberapa anggota dewan redaksi Telkomnika seperti Anton Yudhana, Ph.D., Nuryono Satya Widodo, S.T., M. Eng., dan Son Ali Akbar, S.T., M.Eng.

Dalam moment tersebut, para anggota dewan redaksi menyampaikan beberapa hal terkait perjalanan dan sejarah Jurnal Telkomnika sampai pada tingkat Scopus. Sebelum terindeks scopus, Jurnal Telkomnika telah 12 tahun terakreditasi nasional. Kemudian, untuk mencapai Scopus dibutuhkan 4 tahun. Selain itu, untuk mencapai level scopus, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain: (i) Editor harus memiliki id scopus; (ii) Track record editor harus bagus; (iii) Perlu independen tidak terlibat politik; (iv) Konsistensi jumlah artikel (jumlah artikel yang diterbitkan tidak boleh menurun, harus meningkat); (v) Harus ada tim khusus yang totalitas mengurus jurnal; (vi) lingkupnya kecil (tema dan judul) harus fokus. Melalui sharing dan kunjungan yang dilakukan, diharpakan Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan JESP dapat meningkat menjadi level scopus. Tentunya, dalam proses tersebut, diperlukan banyak dukungan dari berbagai macam stakeholder, baik dari internal tim Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan (JESP), dosen, mahasiawa, dan para penulis. Semangat JESP!!!

EKP JAYA!!!

1 2 3 4 17