Seminar Kolegial Revitalisasi Ekonomi Pancasila Menuju Kesejahteraan Rakyat, Membentuk Kemandirian Rakyat (Refleksi Sila Kelima Pancasila)

Kamis (2/6/2016), Jurusan Ekonomi Pembangunan menyelenggarakan Seminar Kolegial bertema “Revitalisasi Ekonomi Pancasila Menuju Kesejahteraan Rakyat, Membentuk Kemandirian Rakyat (Refleksi Sila Kelima Pancasila)“. Menghadirkan narasumber Dr Timbul Hamonangan Simanjuntak, Dosen Universitas Indonesia yang juga menjabat Kepala Litbang Yayasan Bung Karno, serta Andi Mapisangka, Coorporate Social Responsibility (CSR) dari Batamindo.Acara ini dilangsungkan di Gedung D5.302 dengan peserta dari Dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan. Dekan FE-UM, Prof Dr Budi Eko Soetcipto MEd MSi, hadir dan membuka acara.

Narasumber pertama adalah Timbul Hamonangan Simanjuntak, beliau menyampaikan bahwa kunci utama suatu bangsa untuk dapat menjadi negara maju adalah nasionalisme dari seluruh warga negara. Sebagai contoh adalah Amerika Serikat dan Jepang, di negara adidaya tersebut segala pemanfaatan sumber daya ditujukan untuk memakmurkan negaranya, bukan untuk kepentingan pribadi. Banyaknya praktik KKN di suatu negara menggambarkan kurangnya rasa nasionalisme warga negaranya.

Narasumber kedua Andi Mapisangka menyampaikan tentang praktek industrialisasi di Batam. Beliau berfokus pada community development yaitu pengembangan yang memanfaatkan pada sumber daya, keahlian, dan kearifan komunitas itu sendiri. Melihat pada kegagalan negara welfare state dalam mensejahterakan rakyatnya dikarenakan terlalu bertumpu pada kapital/modal. Community development diharapkan akan mengurangi dampak negatif dari ketergantungan terhadap sistem kapital. Beliau menegaskan bahwa tidak ada “buku pintar” dalam pengembangan komunitas namun harus melalui pengalaman. Setiap komunitas akan menghadirkan pengalaman berbeda satu sama lain yang jika dikembangkan secara baik akan berdampak terhadap berkembangnya kesejahteraan masyarakat.

Pada akhir sesi diberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya jawab dengan narasumber. Salah satunya dari Dr Agung Haryono, beliau menanggapi bahwa realisasi keadilan sosial ekonomi di Indonesia masih sangat jauh dari berhasil. Diperlukan kesadaran dari pelaksana legislatif dan eksekutif untuk memegang teguh komitmennya dalam mengambil kebijakan pro rakyat dan memperjuangkan hak-hak rakyat, sangat miris juga saat melihat generasi muda yang diharapkan lebih baik dari masa sekarang justru bertindak berkebalikan dari nasionalisme seperti kasus demonstrasi di salah satu universitas negeri terkemuka yang membawa bendera OPM.

Pada akhir acara kedua narasumber berfoto bersama peserta dan panitia seminar kolegial.

Galeri.