Seminar Pendidikan Nasional “Melalui Pendidikan Kita Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas, Untuk Mengoptimalkan Potensi Indonesia”

IMG-20151102-WA0040

Minggu (01/11/2015), Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan (HMJ EKP) menyelenggarakan seminar pendidikan nasional bertema Melalui Pendidikan Kita Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas, Untuk Mengoptimalkan Potensi Indonesia. Menghadirkan Agus Miftahur Surur, S.E., M.Sc, Direktur Resi Persada Consultant, dan Dr. Hari Wahyono, M.Pd, dosen Pascasarjana Universitas Negeri Malang dan pengamat pendidikan.

Acara yang bertempat di aula gedung D4 ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta baik dari kalangan mahasiswa maupun praktisi pendidikan (guru, dosen).

Narasumber pertama disampaikan oleh Agus Miftahur Surur, S.E., M.Sc, membawakan materi dengan judul Pertumbuhan Berkualitas Dan Konektivitas Koridor Ekonomi. Ia menyampaikan, “Kunci utama suatu negara untuk sukses yaitu dari Pendidikan. Seperti contohnya di Negara Jepang pada saat terjadinya perang Dunia, jepang sangat menderita kerugian, namun pada saat itu yang menjadi pertanyaan pertama kali dulu yaitu berapa sekolah yang masih ada, berapa guru yang masih ada. Sehingga dari kondisi tersebut yang akan dibenahi dulu yaitu pendidikan.”

Menurutnya, peran pendidikan sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa, pendidikan dapat meningkatkan mutu SDM yang nantinya berdampak pada pengoptimalan sumber daya alam yang dimiliki. Indonesia memiliki potensi yang berbeda-beda dan harus dikembangkan.

“Masing-masing koridor memiliki potensi keunggulan komparatif. Dan harus ada desain kebijakan yang berbeda – beda. Seperti cara-cara admistratif harus lebih baik. Dan diupayakan tidak menjual barang-barang mentah saja. Karena hal tersebut akan menyebabkan value added yang lebih tinggi bagi negara lain sehingga malah menuntungkan negara lain. Dari kondisi tersebut berarti menimbulkan pertanyaan tentang mengapa dari Indonesia belum bisa mendorong produksi yang lebih bagus dan mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga tidak banyak WNI yang bekerja di luar menjadi TKW atau TKI.” Imbuh Agus Miftahur Surur.

Narasumber kedua, Dr. Hari Wahyono, M.Pd, menyampaikan pendidikan haruslah berkualitas, harus menumbuhkan imajinasi sehingga menciptakan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Pendidikan di indonesia harus membuat peserta didik terperangah dan terinspirasi melalui pendidikan yang mengajarkan hal – hal baru yang nantinya menciptakan inovasi.

Bapak Lalu, audiens guru pendamping SMAN 7 Mataram, menanyakan tentang dampak kurikulum ganda yang diterapkan saat ini yaitu kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Menurut Dr. Hari Wahyono, M.Pd, alasan pemerintah menerapkan kurikulum ganda merupakan sebuah jalan tengah, dikarenakan kurikulum lama (2006) masih banyak dipakai oleh sekolah dan kurikulum 2013 banyak perombakan di dalamnya sehingga butuh waktu bertahap dan langkah terbaik adalah menerapkan kurikulum 2006 berdampingan dengan kurikulum 2013.

(RHM)