Tracer Study

Tracer studi Prodi Pendidikan Ekonomi FE-UM merupakan kegiatan pelacakan alumni yang telah dilakukan pada tanggal 4-6 September 2017. Tujuan kegiatan ini untuk mendukung kelengkapan pengisian borang S1 pendidikan ekonomi, khususnya untuk standart 1 dan 3. Kegiatan ini dilakukan di 4 wilayah, antara lain Blitar, Batu, Tulungagung, dan Trenggalek. Dalam pelaksanaan tracer studi, tim dibagi menjadi 2 bagian. Tim pertama yang terdiri dari Dr. Sugeng Hadi Utomo, M.S; Dr. Dwi Wulandari, S.E.,M.M; Bagus Shandy Narmaditya, M.Pd; Ni’matul Istiqomah, M.Pd; dan Nur Anita Yunikawati, M.Pd ditugaskan untuk melakukan tracer di Kota Batu dan Kota Blitar. Kemudian, tim kedua, yang terdiri dari Drs. Prih Hardinto, M.Si; Thomas Soseco, S.E., M.Sc; Magistyo Priambodo, S.E, M.E; Januar Kustiandi, M.Pd dan Emma Yunika Puspasari, M.Pd bertugas di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek.

Pelacakan alumni dilakukan untuk mengevaluasi kinerja lulusan pendidikan ekonomi UM, dari aspek: (i) integritas (etika dan moral); (ii) keahlian berdasakan bidang ilmu (profesionalisme); (iii) kemampuan bahasa inggris; (iv) kemampuan penggunaan teknologi informasi; (v) kemampuan komunikasi; (vi) kemampuan kerjasama dalam tim; dan  (viii) kemampuan pengembangan diri. Untuk mengetahui penilaian dari aspek tersebut, dilakukan wawancara terhadap pimpinan dari masing-masing instansi tempat lulusan bekerja.

Dalam kegiatan ini, beberapa stakeholder yang ditemui oleh tim pertama di Blitar Senin, 4 September 2017 antara lain: (1) Kepala SMK Indonesia Putra; (2) Kepala SMK Telkom Brawijaya; (3) Kepala SMP Lab Blitar; (4) Kepala Cabang Bank Jatim Blitar; dan (5) Kepala Sekolah MA Ma’arif NU Blitar. Di Kota Batu, stakeholder yang ditemui pada Selasa, 5 September 2017 antara lain: (i)  Kepala Sekolah SMA Selamat Pagi; (ii) Kepala Sekolah SMKN 1 Batu; (iii) Pemkot Batu; (iv) Direktur/Humas PT. Armada Finance Batu; dan (v) Pimpinan Kusuma Agro Batu.

Berbeda dengan tim pertama, dimana stakeholder yang ditemui bervariatif, di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek pihak yang ditemui adalah kepala sekolah. Di Kabupaten Tulungagung pada Selasa, 5 September 2017, pihak yang ditemui antara lain: (1) SMAN 1 Tulungagung; (2) SMAN 1 Boyolangu; (3) SMAN 1 Ngunut; (4) SMAN 1 Kedungwaru; (5) SMAN  Rejotangan. Sedangkan di Kabupaten Trenggalek pada Rabu, 6 September 2017, pihak yang ditemui antara lain; (i) SMAN 1 Trenggalek; (ii) SMAN 2 Trenggalek; (iii) SMAN 1 Karangan; (iv) SMAN 1 Durenan; dan (v) SMAN 1 Tugu.

Berdasarkan hasil studi pelacakan lulusan, menurut opini para pimpinan lulusan dapat dikatergorikan baik. Hal tersebut diindikasikan dengan penilaian dari ketujuh aspek yang tergolong baik. Selain itu, terdapat beberapa saran dari pihak penguna antara lain:

  1. Peningkatan kerjasama pihak sekolah dengan Prodi Pendidikan Ekonomi terkait workhsop, seminar yang bertemakan peningkatan kompetensi guru;
  2. Pemberian motivasi pendidikan kepada guru;
  3. Penyesuaian mata kuliah dalam proses pembelajaran. Karena, terdapat lulusan yang bekerja di Sekolah Menengah Pertama (SMP), membutuhkan terutama untuk pendidikan IPS
  4. Penenkanan mata kuliah Kewirausahaan dan manajemen bisnis untuk menunjang dan mengembangkan skill lulusan.