Seminar Kolegial “Pelatihan Blended Learning pada Dosen Jurusan EKP FE UM”

Kegiatan belajar mengajar selalu mengalami inovasi, termasuk dalam teknik pembelajarannya. Salah satu inovasi dalam proses pembelajaran adalah blended learning. Pentingnya pembelajaran dengan menggunakan metode ini adalah untuk mempermudah kegiatan perkuliahan, dengan keterbatasan waktu maupun kondisi geografis. Sebab, beban kerja dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga penelitian, pengabdian, penulisan artikel dan pekerjaan jurusan lainnya termasuk borang akreditasi. Oleh sebab itu, sangat penting dilakukan pelatihan blended learning untuk para dosen-dosen Ekonomi Pembangunan.

Kegiatan blended learning dilakukan pada Kamis, 12 Oktober 2017 di Fakultas Ekonomi UM. Dalam seminar ini, pengisi materi adalah Dr. Henry Praherdhiono dari Program Studi Teknologi Pendidikan. Beliau telah mempraktikkan metode pembelajaran ini dan merupakan salah satu ahli dalam bidang teknologi pembelajaran. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Henry menjelaskan kelebihan dan kekurangan dalam metode blended learning.

Lebih lanjut, Dr. Henry menjelaskan bahwa salah satu kelebihan pembelajaran dengan menggunakan blended learning ada yang dilakukan via tatap muka dan ada pula yang on line. Dalam proses pembelajaran tersebut, perlu dicantumkan mana yang on line dan ada yang tidak on line (termasuk dalam RPS). Tetapi, sebenarnya dalam blended learning yang murni, tidak perlu ditulis dan bahkan tidak terlihat mana yang online mana yang offline. Dalam pembelajaran blended, tidak boleh ada ancaman. Tetapi, kecenderungan pembelajarannya justru lebih mengarah untuk memberi peluang mahasiwa dalam berdiskusi, mengakses materi dengan lebih mudah. Salah satu fasilitas dalam blended learning adalah perpustakaan on line.

Pada tahap akhir dalam kegiatan ini, para dosen Ekonomi Pembangunan FE-UM juga diajarkan unuk membuat e-learning, dengan pendampingan teknis yang dilakukan oleh Dr. Henry dan tenaga pendamping Yulias. Melalui pembuatan e-learning diharapkan pembelajaran di Jurusan Ekonomi Pembangunan FE-UM lebih inovatif serta menyesuaikan dengan perkembangan terbaru, dan bisa lebih bermanfaat.

FGD “Pengembangan Pasar Ternak dan Daging Sapi Di Malang Raya”

Pada hari Selasa, 26 September 2017, Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan kegiatan focus group discussion dengan tema Beef and Cattle Market Development in Malang (Contemplation of Economics Aspect). Kegiatan ini mengundang Dr. Max Briggs dari Queensland University of Technology, yang diselenggarakan di Aula Gedung E3 Lantai 2 Fakultas Ekonomi. Kegiatan dibuka oleh Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan, Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M. dan dipandu oleh Drs. Ir. Yohanes Hadi Soesilo, M.Div., M.Si. sebagai moderator.

Acara FGD  Beef and Cattle Market Development in Malang (Contemplation of Economics Aspect) merupakan kali ketiga kunjungan Dr. Max Briggs ke Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Tahun lalu (2016), Dr. Max Briggs turut serta sebagai narasumber dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Ekonomi Pembangunan, yakni International Conference of Education on Economics, Business, and Finance (ICEEBF).

Kali ini, Dr. Max Briggs berbagi ide tentang project yang ia kerjakan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Project tersebut adalah bagaimana mewujudkan ketahanan pangan daging sapi di Indonesia. Ketahanan pangan tersebut terwujud dengan supply yang memadai dan harga yang terjangkau. Peningkatan  supply daging sapi didapat dari impor daging sapi beku (boxed beef) dan sapi hidup, baik sapi siap potong maupun bibit sapi yang kemudian dibesarkan di Indonesia. Poin terakhir inilah yang menjadi fokus perhatian Dr. Max Briggs. Beberapa permasalahan kunci yang muncul terutama berkaitan dari aspek ekonomi adalah, pertama, seberapa banyak kebutuhan impor sapi. Kedua, bagaimana riset-riset dari perguruan tinggi mampu mendukung ketahanan supply daging sapi. Terakhir, bagaimana menghubungkan dunia digital dengan peternak tradisional dalam memperluas pasar dan mengurangi biaya dalam rangka mendukung pemenuhan suplai daging sapi di Indonesia. (TS)

1 2 3 17